Install Android SDK 64bit with Java JDK 1.7

I’ve just download the newest Android SDK 64bit from developer.android.com, but the Android SDK refuses to proceed, because it can’t find my JDK Installation. (I’m using JDK 1.7)

there are some alternatives to fix this :

type “environment variables” on your start menu (from windows 7 / windows 8) and set User Variables with :

Variables : JAVA_HOME

Value :

C:/Program Files/Java/jdk1.7.0_17

Some alternatives (works in other computers, but no mine) :

C:/Program Files/Java/jdk1.7.0_17/bin/

or

C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_31

And one of the funniest and most voted answer from stackoverflow is :

Press Back when you get the notification and then Next. This time it will find the JDK.

https://i1.wp.com/cdn.head-fi.org/7/71/71b14a93_jackie-chan-meme_thumb7.png

We’re Becoming an International Business Machines! …… or not.

InKPtion

Enggak, kita ga jadi mesin bisnis kok. Judul dari post ini adalah akronim dari perusahaan tempat kita kerja praktek, yaitu IBM (baru tau kan… pasti baru tau). Oh iya, post ini ditulis dari sudut pandang nyamuk betina yang kehilangan pasangannya di perusahaan listrik. Dan karena skill writing gue (-), jadi terimalah apa adanya. Tapi semoga kehadiran beberapa foto nantinya akan menambah nilai (+). Karena kita disini bertiga dan kalo gue cerita semua ntar dikira maruk, maka gue akan lebih bercerita tentang lifestyle dan workstyle kita selama disini.

The Place

Tempat kita bekerja berada di The Plaza Office Tower, 15-18th floor. Tapi tempat kami bekerja, yaitu mobile work station, adanya di lantai 17. Karena gue memang berdomisili di Jakarta dan kebetulan dikarunai mobil pribadi oleh orang tua, gue memilih untuk membawa mobil ke tempat kerja. Bisa dibilang gue lupa dengan kacaunya traffic ibukota yang cukup lama gue tinggalkan. Waktu yang dibutuhkan…

View original post 363 more words

Antara Mimpi dan Keamanan Informasi

https://i1.wp.com/mediadownload.adidas.tv/adidas_Global_Publishing/21/208/Messi-overnight-success_medium.jpg

Sudah lama saya ingin menulis kembali di blog ini. Sudah ada beberapa hal yang akan ditulis :), namun sayang waktu nya belum sempat. Tapi yang ini rasanya urgent banget, jadi langsung ditulis mumpung masih hangat 🙂

Ada beberapa kegiatan hari ini meskipun saya ngerem di rumah, yaitu facebookan, Wawancara (remote) asisten Laboratorium Basis Data dan nge-deadline makalah KI. (yang progressnya lama banget entah kenapa -__-) Nah ceritanya saya mengambil topik tentang Advanced Persistent Threat. Intinya itu jenis serangan yang targetnya benar-benar spesifik, biasanya sebuah organisasi dengan tujuan information exfiltration. Dan serangan yang dilakukan bukan semata-mata karena “kebetulan” menemukan celah keamanan, apalagi hanya pamer semata, tapi benar-benar untuk mencapai sebuah TUJUAN.

Kesannya kayak serius banget ya APT. Yap memang serius banget, karena target nya biasanya perusahaan besar atau pemerintah. Yang lagi ngetrend beberapa waktu terakhir adalah di China dan Hong Kong (berdasarkan paper yang saya baca sejauh ini).

Attacks with this degree
of focus represent both a higher degree of danger
and higher level of difficulty to defend against than
typical technical defenses, policies, and awareness
programs are scoped to handle.

Nilai moral yang saya dapat adalah :

Untuk mencapai tujuan yang BESAR diperlukan effort, dedikasi, beserta fokus yang BESAR juga.

Cerita kedua tentang Wawancara (remote) asisten Lab Basis Data adalah tentang keuntungan menjadi asisten. Salah satu nya tentu saja sharing knowledge. Saya masih ingat sharing knowledge pertama kali yang saya rasakan di Lab Basis Data disampaikan oleh Kak Fransiska IF08. Warga Labtek V sepertinya ga ada yang ga kenal sesepuh yang satu ini :D. Digambarin satu kalimat dia adalah : Top 5% student – UKP4 Internee – YLI – Singularity University – Startup Chille. Dan satu hal yang saya ingat dari beliau adalah untuk mencapai satu tahap yang lebih tinggi dari tahap sebelumnya, resepnya adalah KERJA KERAS. Selain itu pada sharing knowledge tersebut beliau membabarkan tentang trend Big Data yang ia pelajari di Singularity University. Dan saya yang mendengar sharing tersebut percaya bahwa Big Data akan menjadi trend di masa mendatang. Oleh karena itu sejak saat itu saya memilki tujuan / minat lebih mengenai hal-hal yang berbau Big Data. Karena minat itulah bisa dikatakan saya cukup antusias untuk membaca / berdiskusi tentang hal-hal yang terkait Big Data.

Kesuksesan adalah kesempatan bertemu dengan kesiapan.

Inti dari post yang sangat tidak terstruktur ini adalah :

Carilah mimpi (tujuan), jadikan itu doping semangat untuk menjalankan setiap kegiatan.

Materi yang diperlukan untuk melakukan konversi dari MIMPI menjadi KESUKSESAN adalah AKSI

Image

sumber foto :

1. http://mediadownload.adidas.tv/adidas_Global_Publishing/21/208/Messi-overnight-success_medium.jpg

2. cover facebook teman :))

Anak Muda Harapan Bangsa di Masa Depan?

Di tengah gelap nya malam, sang cakrawala kembali menangis. Tangisannya tidak kunjung reda meski sudah cukup lama. Tak bisa kutanya mengapa sang cakrawala menangis. Mungkin sedih melihat bobroknya negeri ini. Yap, tak perlu disembunyikan lagi bahwa kita memang hidup di negeri yang katanya sangat bobrok. Hampir semua sistem birokrasinya bobrok tidak karuan. Sudah rahasia umum, atau mungkin lebih tepatnya kenyataan, bahwa uang membuat segala sesuatu di negeri ini lebih mudah. Tender proyek, izin membuat surat, hukuman pidana, apalagi nilai Ujian Nasional, semuanya dapat diatur dengan beberapa lembar uang yang bergambar sang proklamator negeri ini. Ironis memang.

Ketika tadi sepulang perjalanan ke rumah, di tengah macetnya Jalan Pasteur, saya mendengarkan Radio P (atau mungkin H? Saya juga lupa). Disana sang penyiar bercerita tentang pendapat temannya bahwa mereka sudah tidak sabar untuk Pemilu 2019. Loh 2019? Iya 2019, karena mereka merasa pada Pemilu 2014 masih ada generasi ‘yang tersisa’ dari orde sebelumnya. Sehingga pada Pemilu 2019 mereka berharap generasi tersebut sudah terlalu tua untuk maju kembali ke medan perang politik merebutkan takhta nomor satu di negeri ini. Mereka berharap ada generasi yang fresh, yang memiliki idealisme tinggi.

Sejenak saya terdiam. Saya teringat dengan Pemilihan Gubernur DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu. Dimana akhirnya ada sosok (yang katanya) bersih bisa memenangkan Pemilihan Gubernur (yang katanya lagi) lawannya adalah seorang  yang kotor, banyak korupsi, dll. Kemenangan itu membawa angin segar bukan hanya bagi DKI Jakarta, tapi menurut saya seluruh rakyat Indonesia. Saya pun langsung memiliki sebuah semangat baru bahwa bangsa ini dapat diperbaiki.

Kembali ke cerita sang penyiar, beliau pun menghadirkan seorang narasumber yang akan diajak berbincang-bincang. Cukup geli saya mendengar mereka berbincang-bincang. Entah karena memang anak muda atau sok anak muda, sang penyiar berbincang-bincang dengan narasumber dengan bahasa campur-campur. Inggris campur Indonesia. Cukup geli mendengarnya, namun karena topiknya menarik saya tetap mendengarkan mereka.

Jadi ceritanya, sang narasumber telah melakukan survey terhadap 2000 anak muda di seluruh Jakarta, dari berbagai kalangan, dan beliau berani memberikan klaim bahwa data mereka 98% akurat. Kesimpulan mereka dapat ternyata cocok dengan hipotesa mereka bahwa

78% dari seluruh responden mengetahui pengetahuan yang benar. Mereka setuju bahwa integritas adalah hal yang lebih penting apabila dibandingkan dengan kekayaan.

Saya cukup kagum mendengar fakta tersebut, dan sang narasumber kembali memberikan fakta kedua bahwa

68% dari seluruh responden akan menyelamatkan keluarganya dengan uang apabila (misalnya) keluarganya terjebak kasus korupsi / tilang / dsb.

Fakta ini tentu saja cukup membuat bingung. Bagaimana mungkin orang yang mengerti teori yang benar, melakukan praktek yang salah ? Inilah negeriku kawan, dimana orang-orang yang berusaha melakukan hal yang benar tersudutkan oleh dominasi beberapa oknum.

Berapa banyak dari kita yang akan memilih damai di tempat dibandingkan dengan slip biru / slip merah, yang harus menyediakan waktu untuk mengambil SIM yang ditilang di pengadilan ?

Berapa banyak dari kita yang membuat SIM secara instan dalam waktu kurang dari dua jam atau secara jujur dengan menyediakan waktu untuk mengikuti tes teori, tes praktek, dan menunggu SIM selesai dicetak yang kadang memakan waktu satu minggu ?

Saya sebagai seorang mahasiswa yang (katanya harusnya) idealis merasa muak dengan realita bangsa ini. Apakah hanya saya saja yang muak? Apakah yang lain melihat realita ini hanya tersenyum dan berkata “inilah Indonesia kawan..” ? Semoga dengan bergulirnya tulisan sederhana ini, menjadi refleksi bagi saya dan pemuda-pemudi lainnya. Semoga ketika tiba saatnya generasi kita memimpin bangsa ini, kita dapat mewariskan Indonesia kepada generasi berikutnya dengan penuh rasa bangga.

Bangga karena generasi kita berhasil mengubah negeri ini

Ngomong-ngomong, sang cakrawala sudah berhenti menangis. Mengingatkan saya sebagai seorang mahasiswa memiliki amanah dari orang tua. Saatnya kembali berkutat dengan tugas-tugas yang ada 😀

Ubuntu 13.04 Raring Ringtail Proxy Settings

Image

 

So I just installed a new Operating System, Linux Ubuntu 13.04 Raring Ringtail on my laptop, ACER 4745G (intel i5, ATI HD5470, 4GB RAM, and for other specs you can google it)

I installed this OS and got sick with its proxy settings, since I was a newbie in Linux OS. After googling for a few minutes I found it, and I think it’s worthed to to share with all for netizens 😀

So, the scenario was I must installed rubygem to upload my assignments at appfog.com and my computer was behind ai3 (my campus proxy).

First, open terminal :

export HTTP_PROXY=http://youruserid:yourpassword@
yourproxy:portnumber

For my case :

export HTTP_PROXY=http://ai3userid:ai3password@cache.itb.ac.id:8080

After that you can access only HTTP via proxy. To apply this proxy for another protocols just change HTTP_PROXY to HTTPS_PROXY and http://” to https://”. So does another protocols, FTP, ALL_PROXY, etc.

to make sure that you have apply these configurations to your protocols, just type this on your terminal

sudo gedit etc/profile

I hope this post can help others who encounter the same problems with me 🙂

Dewan Eksekutif HMIF 2013 / 2014

Amanah baru mengemban sebuah tanggung jawab sebagai mahasiswa tingkat 3 yang (dianggap) telah memenuhi profil mahasiswa ideal tingkat 3.

Sebuah kesempatan untuk belajar lebih menjadi seorang manusia dan menjadi inspirasi bagi orang lain. 🙂

… Because there are leaders and there are those who lead. Leaders hold the position of the power or authority. But, those who lead, inspire us with their individuals / organizations.

We follow those who lead.. Not because we have to.. BUT because we WANT TO.. We follow those who lead.. not for them.. BUT for OURSELVES.

And those who starts with ‘why’.. have the ability to INSPIRE those AROUND them or FIND other who INSPIRED them

[Repost] How to make your startup launch a success

Image

Tonight I just found an answer in Quora that’s very interesting to me.

I hope it’s okay to copy his answer in Quora to my blog. 🙂

source : Quora

credit to Balaji V

Your startup launch is the first day you will show your “baby” to the world and let the public have a hand at your stuff. A good launch can do great things to your brand & build enough momentum to cut marketing & sales expenditure drastically. Remember the lines on the day before iPhone and Sony PS II launches? You might not get that far for your product (!), but you still could generate a lot of buzz without spending too much if follow these ideas.

6 months before the launch

  • Get started on Twitter – know the influencers in your area and connect with them. Post content related to your field and build reputation.
  • Participate in hackernews and hackernews india discussions and earn karma points.
  • Get active on forums, Quora on topics related to your product. Answer questions and be a good samaritan.
  • Set up your blog and post interesting content related to your product. Post the broad issues faced etc. Include media to display the human side of your company – photos of your team, office, videos of fun events, etc. Learn the tips for business blogging.
  • Get a good brand name and register your site. You could use nameninja to brainstorm on the brand name.
  • Create a splash page – you could use launchrock – with a signup form
  • From your small network created in the previous steps, get a few target users to sign up for the alpha/beta.

Goal now: Work on the right product idea that excites your beta customers

3 months before the launch

  • Spend some time to design a smart business card that stands out and use the back of the card with a 3 point pitch about your startup.
  • Cultivate relationship with bloggers and media persons in your field. Here are some tips to cultivating the blogger relationships. If you could get bloggers like Robert Scoble to get interested, the idea could spread like wildfire.
  • Start attending started related events – keep building networks & exchange business cards. Make your brand – YOU- known. Here are some startup related events.
  • List your startup in Angel List, StartupLi.st, CrunchBase, Listio

Goal now: Build a kick-ass product that people will love

1 week before the launch

  • Build a great landing page that has a clear call to action – signup/phone number to contact/buy the product etc.
  • Optimize your site well as new customers might not be too patient for the site to load. Here are 21 tips to speed your site.
  • Do basic SEO for your site to bring customers through search. Here are some basics.
  • Test your product well – a lot of times people don’t give a second chance. After internal testing you could use services like 99tests to find out critical bugs and scalability issues.
  • Setup Google Analytics in your site and monitor your site daily. Track visits, bounce rate, traffic sources, time spent on site etc.
  • Learn to use social monitoring tools like howsociable to track your brand across the social media.
  • Write a good press release. A press release is a content that a media could use directly for their story. It is written in third person and talks about your product, team and advantages of your product. Learn to how to write press release and here are tips to write your press release.
  • Setup your Facebook page. Get your friends and contacts to join it. You might want to use Facebook ads to kickstart the fan building process.
  • Create viral content – emotive stories, videos and pictures that people could share in social media easily.
  • Create interesting infographics and slides on content related to your product (stats, benefits, user demographics, comparison to existing products) to post in your blog. You might be able to use the newly launched Visual.ly to create the infographics if you don’t have a create artist.
  • Tease your twitter followers with tweets that gives them a preview of the product in a fun & entertaining way. Without going overboard, give a bikini – reveal enough to keep it interesting without exposing everything.
  • Create fun contests (quizzes, social games, etc) for your twitter & facebook fans – throw away a few freebies
  • Write personally to bloggers – give exclusives for the big ones- give them a compelling story. Bloggers like to write interesting content and make your story a coherent and a powerful one. Request them not to leak the story till your launch day.
  • Collect a list of all email contacts you and your team knows. Keep these in your CRM or at the least in a single CSV file.
  • Prepare a video demo of your product and record interviews with the team and your initial customers – post them on your youtube channel. Keep it short and fun.
  • Create a kick-ass presentation of your product covering the problem, your solution, benefits etc – post them on your blog and send it over to any blogger who shows interest in your product.

Goal now: Choose the right launch date – ideally in the middle of the week without any impending holidays and other major product launches.

Launch day

  • Post the howtos, presentation, videos, any testimonial you received from your beta users in your blog. Make your blog the central repository of everything related to your product.
  • Schedule two dozen tweets (you could use tools like Hootsuite for scheduling) to go every hour – each covering a facet of your product – with an appropriate URL in your site
  • Start mailing to all your email contacts. Use a tool like mailchimp to send and track the emails.
  • If you are an internet startup, post your site link in Killerstartups and these 36 other websites.
  • Submit links in hackernews and hackernews india
  • Get your team tuned to the social media and be alert to receive feedback. Monitor your site metrics – traffic, load etc.
  • Respond to email queries as fast as possible.

Goal now: Keep listening & responding to feedback, tracking the results, and be agile in enacting changes

Post launch

  • Thank any blogger who has covered your event.
  • Be active on social media and engage customers who mention your product and collect their feedback. Take their negative feedback without being defensive.
  • Fix the bugs and work on feature requests if they make sense
  • Write tutorials to help your customer use your features better.
  • Keep looking out for events to demo your product.
  • Put your domain name in your business cards, email signature, presentations and any other relevant communication

If you like startup & social media related tips and articles follow us on Twitter: @agnimedia

Image source: Rocketwatcher

Delapan ‘Dosa’ Geek yang Mengerikan – Part 2

Hello fellas! 😀

Setelah molor beberapa hari ga bisa nge-blog karena ada beberapa urusan, dan mengingat besok adalah kuliah Sistem Terdistribusi, mau tak mau saya harus menyelsaikan bacaan saya hari ini. Sekalian baca, sekalian saya share di blog, mungkin ada yang tertarik mau membacanya 🙂

Post ini merupakan kelanjutan dari post sebelumnya.

3. Bandwidth is infinite

Ada dua hal yang membuat bandwidth menjadi sebuah fallacy. 

– Ketika bandwidth bertambah besar, jumlah informasi yang masuk bandwidth tersebut akan semakin besar juga. Infrastruktur jaringan hari ini apabila dibandingkan dengan lima tahun lalu, tentu saja memperlihatkan penambahan kualitas bandwidth yang signifikan. Namun, begitu juga dengan kemajuan Web. UI semakin ‘kaya’, video buffering bukanlah sesuatu yang sulit lagi, yang intinya konten pun semakin rakus akan data.

– Packet loss. Secara gampangnya, ketika anda melakukan transfer file melalui LAN pada jaringan kecil, kemungkinan terjadi packet loss tentulah sangat kecil. Namun, bayangkan ketika anda menggunakan WAN, chance untuk packet loss tentu akan semakin besar! Solusi yang bisa dilakukan adalah memperbesar ukuran paket. Untuk lebi jelas nya saya akan mengutip kutipan yang dikutip oleh paper tersebut.

Let’s take an example: New York to Los Angeles. Round Trip Time (rtt) is about 40 msec, and let’s say packet loss is 0.1% (0.001). With an MTU of 1500 bytes (MSS of 1460), TCP throughput will have an upper bound of about 6.5 Mbps! And no, that is not a window size limitation, but rather one based on TCP’s ability to detect and recover from congestion (loss). With 9000 byte frames, TCP throughput could reach about 40 Mbps.
Or let’s look at that example in terms of packet loss rates. Same round trip time, but let’s say we want to achieve a throughput of 500 Mbps (half a “gigabit”). To do that with 9000 byte frames, we would need a packet loss rate of no more than 1×10^-5. With 1500 byte frames, the required packet loss rate is down to
2.8×10^-7! While the jumbo frame is only 6 times larger, it allows us the same throughput in the face of 36 times more packet loss.” [WareOnEarth]

Intinya sih bandwidth di luar batas kuasa kita. Pintar-pintar saja mengatur seberapa banyak yang yang kira-kira akan dikirimkan. Ada baiknya mencoba mensimulasikan aplikasi / sistem yang dibuat dengan environment yang ada.

4. The Network is Secure

Dari judulnya sudah keliatan kan 😀 Saya jadi ingin share pengalaman saya mengikuti salah satu seminar dari perusahaan multi-nasional. Salah satu sesinya, Sang Techincal Evangelist salah satu produk mempresentasikan produknya yaitu sebuah platform berbasis awan alias cloud computing platform. Beliau bercerita tentang keunggulan produk itu dibandingkan kompetitornya, memperlihatkan sekian banyak sertifikasi yang sudah dicapai oleh produk tersebut. Ketika sesi tanya jawab, salah seorang peserta seminar bertanya

Pak, bagiamana jaminan keamanan data saya yang disimpan disana?

Sang Techincal Evangelist menjawab pertanyaan tersebut dengan peryataan bahwa tidak sembarang orang yang bekerja di perusahaan tersebut dapat masuk ke ruang server lalu nyolok flashdisk seenaknya dan mengambil data. Dijelaskan juga sekali lagi bahwa produk tersebut telah lulus berbagai macam sertifikasi. Namun, kalimat terakhirnya yang membuat saya cukup terkejut adalah

Namun, kami tidak bisa menjamin 100% data anda aman di sana. Toh, jangankan kami, CIA yang dana operasionalnya sekian juta dollar untuk mengamankan jaringan komputer nya tetap bisa dijebol oleh para hacker. 🙂 Untuk detail mengenai aturan dan regulasinya bisa diliat di website kami.

Untuk menutup bagian ini saya mengutip (kembali) paper Arnon Rotem-Gal-Oz

Peter Deutsch introduced the Distributed Computing Fallacies back in 1991. You’d think that in the 15 years since then that “the Network is secure” would no longer be a fallacy. Unfortunately, that’s not the case–and not because the network is now secure. No one would be naive enough to assume it is. Nevertheless, a few days ago I began writing a report about a middleware product some vendor tried to inflict on us that has no regard whatsoever to security! Well that is just anecdotal evidence, however.

sekian dulu, mau kelas nih 😀