Enterpreneurship

ASEANpreneurs Youth Leaders Exchange 2014 – Day 0 (Part 2)

ASEANpreneurs Opening Ceremony akan segera dimulai! I was excited!

Post ini adalah kelanjutan dari post sebelumnya (Day 0 – Part1).

Opening Ceremony
Para peserta dibawa ke NUS Hall untuk mengikuti opening ceremony. Opening ceremony tidak hanya diikuti oleh peserta, namun terdapat beberapa pembicara, petinggi ASEANpreneurs, petinggi NES (NUS Enterpreneurship Society), sampai staff kedubes dari beberapa negara (termasuk Indonesia). Acara Opening Ceremony digelar secara elegan dan khidmat. Saya terkagum-kagum karena acara ini jadi terkesan sangat serius (emang serius sih acaranya haha) gara-gara Opening Ceremony. Acara dimulai dengan beberapa kata sambutan dari beberapa pihak, setelah itu dinyatakan bahwa ASEANpreneurs Youth Leaders Exchange 2014 telah resmi dibuka!

Opening ala ASEAN

Delegasi yang terkagum-kagum, alias saya :p

MC : Kathleen Largo (left), Prateek Agrawal (right)

From left to right : Subra Shankar (VC), Andrew Bryant (motivator), Ibu Prairie M (Kedubes RI)

Importance of Entrepreneurship in ASEAN

Sesi pertama dibawakan oleh Subra Shankar (Bartender-At-Large), seorang serial entrepreneur dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang teknologi dan Food&Beverage. Beliau juga merupakan seorang lulusan Executive Management Training for Strategy Marketing dari Stanford University Graduate School of Business.

Entrepreneurship is as important as food to life – Subra Shankar

Sesi ini diawali dengan mendefiniskan apa itu entrepreneurship. Setelah itu beliau lebih banyak berbicara mengenai sejarah dan masa depan dari entrepreneurship di ASEAN, yang dimana GDP sebuah negara berkembang sebagian besar disokong oleh perusahaan nasioonal. Beliau juga membahas bagaimana ASEAN Economic Integration di tahun 2015.

Entrepreneurship is as important as food to life

The Importance of Self Leadership
Sesi kedua dibawakan oleh seorang motivator, Andrew Bryant. Beliau adalah seorang pengarang buku ‘Self-Leadership: How to Become a More Successful, Efficient and Effective Leader from the Inside Out’. Beliau mengajarkan bahwa dalam hidup , SHIT happens.

Situation

Habits

Inner Dialogue

Turbulence

Tetapi yang memedakan seorang enterpreneur yang sukses dengan yang tidak adalah Focus / Inteionality. Untuk lebih lanjutnya silahkan melihat slide beliau yang saya letakkan di bawah ini 😀

If you can’t lead yourself, you can’t influence others

Andrew Bryant


Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 20:00 waktu Singapore. Perut semakin bergejolak menahan lapar. Oh iya menurut saya acara dinner / lunch adalah salah satu acara yang sama pentingnya dibandingkan acara lainnya. Karena ketika makan kita dapat mengobrol / networking dengan orang-orang. Kalau mau ngobrol pun gampang topiknya 😀 Tanya saja bisnisnya apa, atau negaranya gimana. Haha. Yang repotnya bahasa Inggrisnya orang-orang ASEAN masih belepotan semua (kecuali Singapore & Malaysia).

Dinner Time

Delegasi dari Indonesia + Panitia dari Vietnam dan India yang kuliah di NUS

Coming Soon
ASEANpreneurs Youth Leaders Exchange 2014 – Day 1
Personality Workshop – Ideation Workshop – Amazing Race

Coming Soon.. Day 1

Advertisements

ASEANpreneurs Youth Leaders Exchange 2014 – Day 0 (Part 1)

Hello netizens!

Sudah lama sekali rasanya tidak memproduksi tulisan di blog ini. Hari ini saya ingin bercerita tentang pengalaman saya mengikuti ASEANpreneurs Youth Leaders Exchange 2014 di National University of Singapore pada tanggal 24 – 30 Januari 2014 kemarin. Semoga apa yang saya bagikan disini bisa bermanfaat bagi para pembaca 😀

Pendaftaran Program

Awal mula saya mengetahui acara ini adalah sekitar dua tahun lalu dari blog seorang kakak kelas (yang belum saya kenal waktu itu). Saya sudah memantapkan hati ingin mengikuti acara ini sejak dua tahun lalu, namun apadaya sepertinya minat untuk berkecimpung di dunia enterpreneurship belum sebesar sekarang, sehingga saya melewatkan acara ini pada tahun 2013. Lalu sekitar bulan September 2013, saya mendapatkan informasi dari blog yang sama dan Page ASEANpreneurs bahwa telah dibuka pendaftaran untuk menjadi ASEANpreneurs Ambassador. Saat itu, sepertinya admin page ASEANpreneurs salah melampirkan file di page tersebut. File yang seharusnya berisi syarat pendaftaran ASEANpreneurs Ambassador, menjadi pemberitahuan untuk para former ambassador untuk merekomendasikan dua orang untuk menjadi ASEANpreneurs Ambassador di tahun 2014. Langsung saat itu juga, saya menghubungi William Lautama untuk meminta rekomendasi. Tak disangka ternyata, sebelum saya menghubungi dia, dia sudah berencana untuk merekomendasikan saya untuk menjadi ASEANpreneurs Ambassador. Hal ini sepertinya karena kita sudah pernah kerja bareng di Colosseum HMIF ITB pada Oktober 2012 lalu. Setelah mengirimkan berkas-berkas yang diperlukan, pada bulan Oktober saya di-interview oleh pihak ASEANpreneurs. Singkat cerita, pada bulan November saya dikabarkan lolos menjadi ASEANpreneurs Ambassador dan secara otomatis menjadi salah satu delegasi Indonesia di acara ASEANpreneurs Youth Leaders Exchange 2014 (AYLE 2014).

Keberangkatan

Pada tanggal 23 Januari 2014, pk 23.00, saya dan delegasi lainnya, Amelia (ITB) berangkat dari Bandung menggunakan travel X-Trans. Hal ini dikarenakan flight yang saya gunakan akan berangkat sekitar jam 5 pagi. Travel tiba di bandara Soekarno-Hatta International Airport, Jakarta pada pk 02.30. Ibukota saat itu sedang dirundung masalah banjir dan hujan yang tidak kunjung berhenti. Nahasnya, saya tidak bisa langsung masuk ke bandara pada saat itu, karena belum ada petugas. Saya hanya boleh masuk sekitar jam 4 pagi. Hawa Jakarta pada saat itu super dingin! Dan ternyata di luar Terminal 3 banyak orang-orang yang senasib dengan saya.

20140124_020158

Subuh di Terminal III CGK

Setelah check-in, saya bertemu dengan dua delegasi Indonesia lainnya, yaitu Alvin (Binus) dan Michael (Trisakti). Ternyata mereka berdua sudah saling kenal, karena sama-sama mengikuti XL Future Leaders. Selain itu Alvin adalah sepupu dari William. Dunia ini memang sempit haha. Singkat cerita pesawat kami terbang dan tiba di Changi Airport sekitar pk 09.00. Kami bertemu dengan panitia ASEANpreneurs dan beberapa delegasi dari Kamboja di meeting point (Starbucks Terminal I). Bus yang akan membawa kami ke NUS akan datang pk 11.00, sehingga kami masih ada waktu untuk mencari sarapan. Kalau di Singapura, sarapan kesukaan saya adalah telur rebus, roti, dan teh susu 😀 Akhirnya setelah berputar-putar di bandara, kami menemukan tempat makan yang relatif terjangkau. Dan baru kali ini saya menyadari ada rain drop di bandara Changi yang begitu indah. 😀

Meeting Point

Sarapan ala Singapura

Sarapan ala Singaporean

Rain Drop

Rain Drop

Setelah selesai menikmati sarapan, kami kembali ke meeting point, dan bertemu dengan beberapa delegasi lainnya dari Filipina, Thailand, dan Indonesia. Setelah bus datang, kami diangkut menuju Bunc Hostel di Little India. Saya, Alvin, dan Michael dapat satu kamar yang isinya ber-10 broh! Sesek luar biasa haha. Setelah mandi dan beres-beres, kami akan menuju NUS Hall untuk Opening Ceremony. Dari Bandung, saya membawa sebuah brownies kukus Amanda untuk dibagi-bagikan kepada para delegasi lainnya. Sebetulnya ini ide Alvin, sekalian dia nitip juga hehe. Ketika sedang menunggu bus, saya membagi-bagikan brownies tersebut, dan orang-orang jadi ingat saya. Bahkan ada orang Thailand memanggil saya brownies guy haha 😀 Btw saya bagi-bagi brownies kukus seperti sales professional karena pakai jas haha. 😀

Bunc Hostel

Bagi-bagi Brownies Kukus Amanda

Bagi-bagi Brownies Kukus Amanda

Bersama delegasi Indonesia, Thailand, dan Filipina

Bersama delegasi Indonesia, Thailand, dan Filipina

Sekian dulu post bagian pertama untuk Day 0
Di post berikutnya saya akan bercerita mengenai Opening Ceremony Day 0 🙂
Stay tune 😀

Coming soon.. Part 2 Day 0

Coming soon.. Day 0 (Part 2)