Delapan ‘Dosa’ Geek yang Mengerikan – Part 2

Hello fellas! 😀

Setelah molor beberapa hari ga bisa nge-blog karena ada beberapa urusan, dan mengingat besok adalah kuliah Sistem Terdistribusi, mau tak mau saya harus menyelsaikan bacaan saya hari ini. Sekalian baca, sekalian saya share di blog, mungkin ada yang tertarik mau membacanya 🙂

Post ini merupakan kelanjutan dari post sebelumnya.

3. Bandwidth is infinite

Ada dua hal yang membuat bandwidth menjadi sebuah fallacy. 

– Ketika bandwidth bertambah besar, jumlah informasi yang masuk bandwidth tersebut akan semakin besar juga. Infrastruktur jaringan hari ini apabila dibandingkan dengan lima tahun lalu, tentu saja memperlihatkan penambahan kualitas bandwidth yang signifikan. Namun, begitu juga dengan kemajuan Web. UI semakin ‘kaya’, video buffering bukanlah sesuatu yang sulit lagi, yang intinya konten pun semakin rakus akan data.

– Packet loss. Secara gampangnya, ketika anda melakukan transfer file melalui LAN pada jaringan kecil, kemungkinan terjadi packet loss tentulah sangat kecil. Namun, bayangkan ketika anda menggunakan WAN, chance untuk packet loss tentu akan semakin besar! Solusi yang bisa dilakukan adalah memperbesar ukuran paket. Untuk lebi jelas nya saya akan mengutip kutipan yang dikutip oleh paper tersebut.

Let’s take an example: New York to Los Angeles. Round Trip Time (rtt) is about 40 msec, and let’s say packet loss is 0.1% (0.001). With an MTU of 1500 bytes (MSS of 1460), TCP throughput will have an upper bound of about 6.5 Mbps! And no, that is not a window size limitation, but rather one based on TCP’s ability to detect and recover from congestion (loss). With 9000 byte frames, TCP throughput could reach about 40 Mbps.
Or let’s look at that example in terms of packet loss rates. Same round trip time, but let’s say we want to achieve a throughput of 500 Mbps (half a “gigabit”). To do that with 9000 byte frames, we would need a packet loss rate of no more than 1×10^-5. With 1500 byte frames, the required packet loss rate is down to
2.8×10^-7! While the jumbo frame is only 6 times larger, it allows us the same throughput in the face of 36 times more packet loss.” [WareOnEarth]

Intinya sih bandwidth di luar batas kuasa kita. Pintar-pintar saja mengatur seberapa banyak yang yang kira-kira akan dikirimkan. Ada baiknya mencoba mensimulasikan aplikasi / sistem yang dibuat dengan environment yang ada.

4. The Network is Secure

Dari judulnya sudah keliatan kan 😀 Saya jadi ingin share pengalaman saya mengikuti salah satu seminar dari perusahaan multi-nasional. Salah satu sesinya, Sang Techincal Evangelist salah satu produk mempresentasikan produknya yaitu sebuah platform berbasis awan alias cloud computing platform. Beliau bercerita tentang keunggulan produk itu dibandingkan kompetitornya, memperlihatkan sekian banyak sertifikasi yang sudah dicapai oleh produk tersebut. Ketika sesi tanya jawab, salah seorang peserta seminar bertanya

Pak, bagiamana jaminan keamanan data saya yang disimpan disana?

Sang Techincal Evangelist menjawab pertanyaan tersebut dengan peryataan bahwa tidak sembarang orang yang bekerja di perusahaan tersebut dapat masuk ke ruang server lalu nyolok flashdisk seenaknya dan mengambil data. Dijelaskan juga sekali lagi bahwa produk tersebut telah lulus berbagai macam sertifikasi. Namun, kalimat terakhirnya yang membuat saya cukup terkejut adalah

Namun, kami tidak bisa menjamin 100% data anda aman di sana. Toh, jangankan kami, CIA yang dana operasionalnya sekian juta dollar untuk mengamankan jaringan komputer nya tetap bisa dijebol oleh para hacker. 🙂 Untuk detail mengenai aturan dan regulasinya bisa diliat di website kami.

Untuk menutup bagian ini saya mengutip (kembali) paper Arnon Rotem-Gal-Oz

Peter Deutsch introduced the Distributed Computing Fallacies back in 1991. You’d think that in the 15 years since then that “the Network is secure” would no longer be a fallacy. Unfortunately, that’s not the case–and not because the network is now secure. No one would be naive enough to assume it is. Nevertheless, a few days ago I began writing a report about a middleware product some vendor tried to inflict on us that has no regard whatsoever to security! Well that is just anecdotal evidence, however.

sekian dulu, mau kelas nih 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s